Hipotiroidisme Pada Anak

Apa penyebab hipotiroidisme?

Pada anak, terdapat dua cara umum bahwa hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif) dapat terjadi, yaitu:

  • Hipotiroidisme yang terjadi pada saat lahir, hal ini disebut hipotiroidisme bawaan1
  • Hipotiroidisme yang kemudian berkembang pada masa-masa kecil, hal ini disebut onset terlambat atau hipotiroidisme yang diperoleh.

 

Hipotiroidisme bawaan.

Hipotiroidisme bawaan terjadi pada 1 antara setiap 2000-4000 anak.8 hal tersebut pasti terjadi saat kelenjar tiroid tidak mencapai posisi yang tepat pada dasar leher sementara sang bayi sedang berkembang pada kandungan.1 Pada kasus ini, kelenjar tiroid tetap berada dibelakang lidah, dan disebut sebagai kelenjar tiroid ektopik. 1 Pada beberapa anak dengan kelenjar tiroid ektopik, tidak dapat berkembang penuh dan yang lainnya benar-benar gagal untuk berkembang.1 Bayi tanpa pengobatan hipotiroidisme bawaan tidak cukup bisa menghasilkan hormon tiroid yang dibutuhkan untuk tumbuh dengan baik dan untuk perkembangan otak.3 Karena itu, mereka dapat mengembangkan ketidakmampuan dalam belajar. 9

Akan tetapi, program skrining Neonatal mendeteksihipotiroidisme bawaan menyebar luas pada negara berkembang yang artinya bahwa bayi yang mempunyai kondisi tersebut bisa diobati dengan dahulu, untuk memungkinkan mereka untuk berkembang secara normal. 8,9

 

Diperoleh (Keterlambatan) hipotiroidisme.

Penyebab utama yang paling banyak dari hipothyroidisme yang diperoleh pada anak adalah kondisi yang dikenal sebagai Hashimoto’s thyroiditis.1,10 Ini adahal ketika sistem imun pada tubuh menghasilkan auto anti bodi yang menyerang kelenjar tiroid dan gangguan produksi dari hormon tiroid.1

Onset Hasimoto’s thyroiditis sangat halus, berkembang dengan sangat lambat, dan biasanya terjadi pada anak diatas 6 tahun, akhirnya berdampak 1% sampai 2% pada remaja didunia.10 Anak yang mengembangkan Hashimoto’s thyroiditis memiliki produksi yang normal dari hormon tiroid pada saat diagnosa pertama, namun peninjauan dianjurkan pada kasus perkembangan hipotiroidisme.3

 

Apa gejala dari hipotiroidisme?

Tanda kelenjar tiroid yang kurang aktif tergantung pada umur mereka dan kapan masalah dimulai. Namun gejala utamanya adalah:

  • Bayi terlihat kelelahan/mengantuk sepanjang waktu, sembelit dan memiliki masalah makan.1
  • Pada anak yang lebih tua, kelenjar tiroid yang kurang aktif berarti pertumbuhan tulang dan gigi yang kecil.6
  • Selain masalah pertumbuhan, onset dari masa pubertas bisa tertunda.6
  • Hipotiroidisme pada remaja-remaja wanita yang lebih tua dapat menyebabkan sering menstruasi berat.11
  • Gejala tambahan mungkin muncul seperti kekeringan pada kulit dan kerontokan rambut, meningkatnya sensitivitas pada dingin, denyut jantung yang lambat, berat badan atau retensi cairan.1

 

Bagaimana hipotiroidisme didiagnosis dan diobati?

Hipotiroidisme pada anak teridentifikasi oleh tes darah sederhana (tes fungsi tiroid).3 Tes ini memeriksa apakah kelenjar tiroid berfungsi normal. Sebagai tambahan, X-ray dari tangan dan pergelangan tangan (lutut pada bayi) akan menetapkan beberapa anak tumbuh dan jika usia tulang tertunda.3

Setelah diagnosa dengan hipotiroidisme, anak kemudian dapat diobati, dengan menggantikan hormon tiroid anak yang hilang, dengan levothyroxine, hormon tiroid sintetis yang diproduksi.12

 

 


Referensi

1.Child Growth Foundation. Thyroid Disorders A Guide for Parents and Patients Available at: http://www.childgrowthfoundation.org/CMS/FILES/15_Hypothyroidism.pdf Last accessed February 2016

3. The Thyroid Foundation of Canada. Thyroid Disease in Children. Available at: http://www.thyroid.ca/childhood.php#childhood Last accessed February 2016

6. Bettendorf M. Thyroid disorders in children from birth to adolescence. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2002; 29 Suppl 2: S439–46

8. Ford, G. & LaFranchi S.H. Screening for congenital hypothyroidism: A worldwide view of strategies. Best Practice & Research Clinical Endocrinology & Metabolism 28. 2014. 175-187

10. Counts, D. and Varma, S.K. Hypothyroidism in Children. 2009. Pediatrics in Review. 2009;30;251-258

11. Dangal G. Menstrual Disorders in Adolescents. Internet Journal of Gynecology and Obstetrics. 2005; 4. http://www.ispub.com/ostia/index.php?xmlFilePath=journals/ijgo/vol4n1/menstrual.xml. Accessed February 2016

12. Dangal G. Menstrual Disorders in Adolescents. Internet Journal of Gynecology and Obstetrics. 2005; 4. http://www.ispub.com/ostia/index.php?xmlFilePath=journals/ijgo/vol4n1/menstrual.xml. Accessed February 2016